Debat Ilmiah Perdana PERSADA UAD Soroti Relevansi Program Makan Bergizi Gratis
YOGYAKARTA – Suasana intelektual yang hangat menyelimuti Ruangan Amphiteater B Gedung Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan pada Senin malam (13/4). Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) UAD sukses menggelar agenda “Debat Ilmiah Perdana” yang menjadi wadah adu gagasan kritis bagi para santri. Acara yang berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 20.00 WIB ini mengangkat mosi yang tengah menjadi sorotan nasional, yakni: “Makan Bergizi Gratis (MBG), Relevan dengan Saat Ini atau Tidak?”. Pemilihan tema ini dinilai sangat strategis dan aktual, mengingat isu ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia sedang menjadi perbincangan hangat di berbagai lini massa.
Ada yang menarik dalam pelaksanaan debat kali ini. Petugas debat yang tampil di podium bukan berasal dari kalangan santri biasa, melainkan perwakilan dari para Musyrif dan Musyrifah PERSADA. Penampilan mereka sengaja dihadirkan untuk memberikan teladan langsung (uswah hasanah) kepada para santri mengenai cara beradu argumen yang santun, ilmiah, dan berbasis data.
Suasana di dalam Amphiteater tampak begitu hidup. Para santri PERSADA yang memenuhi ruangan terlihat sangat antusias menyimak setiap poin argumen yang dilemparkan oleh tim pro maupun kontra. Relevansi mosi dengan kondisi sosial-ekonomi saat ini membuat para santri tidak hanya sekadar menonton, tetapi juga aktif memberikan respon melalui sesi tanggapan yang disediakan.
“Kami sengaja mengangkat tema Makan Bergizi Gratis ini karena sangat dekat dengan realitas sosial masyarakat kita saat ini. Kami ingin para santri tidak hanya pandai dalam ilmu agama, tetapi juga peka dan kritis terhadap kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar seorang moderator.
Melalui debat ilmiah ini, perwakilan Musyrif dan Musyrifah berhasil menunjukkan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam dunia akademik, asalkan disampaikan dengan cara yang bermartabat. Argumen yang dibangun mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, anggaran negara, hingga dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik budaya literasi dan diskusi di lingkungan PERSADA UAD. Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, PERSADA berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialektika yang mampu mengasah kecerdasan intelektual sekaligus kematangan spiritual para santrinya. (Arinal)











Persada Uad
@persada_uad
+62 812-2738-5008

