ahmad rifa'i rif'an penulis best seller nasional sedang mengisi seminar di persada uad

Hangatnya Syawalan dan Semangat Berkarya Warnai Awal Semester di PERSADA UAD

YOGYAKARTA — Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Dahlan menggelar Seminar Nasional Penulisan Karya Ilmiah Populer yang dirangkaikan dengan kegiatan syawalan di Amphiteater FK-B, Ahad (5/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengawali semester genap dengan semangat baru serta hati yang bersih pasca-Ramadhan.

Mudir PERSADA, H. Thonthowi, S.Ag., M.Hum., dalam sambutannya sekaligus memimpin doa bersama sebelum sesi pemaparan materi. Ia menekankan bahwa setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, santri diharapkan tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan kecakapan intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi materi yang disampaikan oleh Ahmad Rifa’i Rif’an berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Dalam paparannya, ia tidak hanya membahas aspek teknis penulisan, tetapi juga menekankan pentingnya kedalaman rasa dalam setiap karya. Menurutnya, terdapat tiga unsur utama dalam menulis, yakni menentukan apa yang ingin disampaikan, meluapkan rasa, serta menghadirkan makna dari cerita yang ditulis.

Ia juga menyampaikan kutipan inspiratif yang membekas bagi peserta, di antaranya, “Semua orang punya luka, tetapi tidak semua orang mau mengubah lukanya menjadi cahaya bagi semesta,” serta, “Semua orang memiliki masa lalu, namun tidak banyak yang bersedia mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.”

Setelah sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai 10 video terbaik karya santri dalam program Pengabdian Masyarakat selama Ramadhan. Suasana hangat dan penuh haru terasa saat memasuki sesi salam-salaman. Para santri berbaris rapi untuk bersalaman dengan pengurus sebagai simbol saling memaafkan dan tekad memulai lembaran baru.

Sebagai penutup, keceriaan semakin terasa dalam agenda kado silang. Santri dan pengurus saling bertukar bingkisan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Momen ini tidak hanya menjadi penutup yang manis, tetapi juga mempererat kedekatan emosional antarwarga asrama melalui tradisi berbagi.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh keluarga besar PERSADA UAD, sekaligus menjadi bekal berharga berupa ilmu penulisan dan semangat baru dalam menyongsong perkuliahan di semester genap. (Bilal/Mas DF)