Asesor MPAI UAD Kunjungi PERSADA, Soroti Pembinaan Tahsin hingga Sistem Pendampingan Santri

YOGYAKARTA – Tim asesor akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan kunjungan ke Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA), Rabu (15/4). Kunjungan ini menjadi salah satu agenda selama kegiatan asesmen lapangan, sekaligus melihat langsung implementasi pembinaan mahasiswa berbasis pesantren di UAD.

Dua asesor yang hadir yakni Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan Dr. Nur Khoiri, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pengurus harian PERSADA, di antaranya Wakil Mudir Budi Jaya Putra, Kabid Kurikulum Andi Suseno, Kepala Kantor Kurniawan Muhammad, Kabid Media dan IT Mustofa Ahyar, serta Kepala Asrama Putra Diyan Faturahman.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Fakultas Agama Islam (FAI) UAD, seperti Prof. Suyadi, Ferawati, Sutipyo, dan Zalik Nuryana.

Dalam sesi pemaparan, Kabid Kurikulum PERSADA, Andi Suseno, menjelaskan secara ringkas mengenai program unggulan dan materi pembelajaran yang diterapkan. Ia menekankan bahwa pembinaan santri tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter keislaman.

“Program pembelajaran di PERSADA dirancang integratif, tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga pembinaan Al-Qur’an seperti tahsin dan tahfidz,” ujar Andi Suseno dalam paparannya.

Salah satu hal yang mendapat perhatian dari tim asesor adalah sistem pendampingan santri melalui peran musyrif dan mudabbir. Dengan rasio pendampingan lima hingga tujuh santri dalam satu halaqah, model ini dinilai efektif dalam membangun kedekatan sekaligus pembinaan yang intensif.

“Rasio pendampingan lima sampai tujuh santri dalam satu halaqah ini sudah sesuai standar dan cukup ideal untuk proses pembinaan yang optimal,” ungkap Dr. Nur Khoiri, M.Ag. yang juga pernah melakukan penelitian tentang Pembelajaran Al-Qur’an Perspektif Ekologi Maritim.

Selain sesi diskusi, tim asesor juga meninjau langsung fasilitas yang ada di PERSADA, mulai dari kamar santri, dapur, ruang jemuran, hingga fasilitas sanitasi. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara nyata lingkungan kehidupan sehari-hari santri. (DF)