Musyrif PERSADA Fauzan Anwar Raih Juara Nasional di Bandung Essay Competition 3

Musyrif PERSADA Fauzan Anwar Raih Juara Nasional di Bandung Essay Competition 3

Bandung — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Musyrif Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA), Muhammad Fauzan Anwar, yang berhasil meraih medali perunggu tingkat nasional dalam ajang Bandung Essay Competition 3 (BEC 3) yang diselenggarakan oleh Politeknik TEDC Bandung pada 11–12 April 2026 di Bandung.

Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Fauzan bersama tim yang juga merpakan alumni PERSADA terdiri dari Nadin Okta Maema (alumni 2023) dan Anisa Nur Amanah (alumni 2024) mengusung dua karya inovatif bertajuk “Turning Disaster Into Power: Integrated Green Lithium Recovery System (IGLRS) sebagai Model Hilirisasi Lumpur Lapindo untuk Ekosistem Nasional” serta “SPIRUGAS: Pengolahan Sampah Organik Berbasis Biogas Algae Reaktor dengan Penggunaan Spirulina Guna Mencegah Pencemaran Lingkungan.”

Kedua inovasi tersebut berangkat dari keresahan terhadap persoalan lingkungan yang masih belum tertangani secara optimal, khususnya limbah lumpur Lapindo dan sampah organik. “Kami ingin mengubah limbah menjadi sumber energi bernilai, sehingga dapat mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus kemandirian energi nasional,” ungkap Fauzan saat diwawancarai.

Perjalanan menuju podium juara tidaklah singkat. Tim memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk melakukan riset, penyusunan konsep, hingga tahap final. Mereka juga harus bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi yang membawa ide-ide inovatif dan matang secara teknis. “Tantangan terberat adalah memastikan ide kami tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga jelas dari sisi solusi, data, dan keberlanjutan,” tambahnya.

Saat nama tim diumumkan sebagai peraih medali perunggu, rasa syukur dan bangga tak terbendung. “Walaupun hanya medali perunggu, ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan ide agar bisa lebih baik lagi ke depannya,” ujar Fauzan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan tim. Fauzan menegaskan bahwa komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta rasa saling percaya menjadi kunci utama. Selain itu, konsistensi dalam berdiskusi dan merevisi ide turut mengantarkan mereka pada hasil terbaik.

Ke depan, tim berencana mengembangkan inovasi tersebut agar dapat diuji secara lebih aplikatif, bahkan membuka peluang menuju paten maupun kerja sama riset. Fauzan juga memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain agar tidak takut mencoba dan berkarya.

“Jangan takut mencoba dan ikut kompetisi. Mulai saja dari ide sederhana, lalu terus kembangkan. Dari proses itulah kita belajar dan mendapatkan banyak pengalaman berharga.” Ungkap Fauzan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa menjadi pengurus PERSADA tidak menjadikan mereka terhalang untuk bersaing prestasi di tingkat nasional. Bahkan prestasinya juga mampu menghadirkan solusi inovatif bagi permasalahan lingkungan di Indonesia. (DF).