Menggali Informasi Ilmu Astronomi di Observatorium UAD

YOGYAKARTA—Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Yogyakarta berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Observatorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Kunjungan dilakukan dalam dua hari, yaitu hari Senin dan Selasa. Santri putra mendapatkan jadwal kunjungan pada hari pertama, yaitu hari Senin (18/10), sedangkan untuk santri putri hari Selasa (19/10).

Adapun lokasi Observatorium UAD terletak di gedung kuliah Kampus 4 yang berada di Jalan Ringroad Selatan, Yogyakarta. Observaorium ini berada di ketinggian 41,3 meter dari permukaan tanah atau berada di lantai 10 dan 11 Kampus 4 UAD. Pada lantai 10 di dalamnya terdapat ruang kendali, ruang kepala, ruang pemandu, ruang galeri, dan ruang workshop. Sedangkan di lantai 11 terdapat kubah yang menjadi tempat penyimpanan teleskop utama yang memiliki diameter 5 meter, dan terdapat juga taman angkasa.

Menurut Cinta Yuandira, salah satu mahasiswa UAD sekaligus sebagai Student Employee (SE) beliau menceritakan bahwa Observatorium ini mulai aktif digunakan sejak akhir tahun 2018, sekaligus kubahnya pun sudah jadi. Observatorium memiliki beberapa teleskop yang digunakan. Ada 3 jenis teleskop yang digunakan; pertama, jenis lensa (refraktor). Kedua jenis cermin (reflektor). Ketiga, jenis gabungan antara lensa dan cermin (katadiopri).

Di UAD itu ada pusat astronomi dan kita masih dibawah bimbingan pusat astronominya. Peralatan di observatorium ini yang pertama ada teleskop dan ada beberapa peralatan peraga yang digunakan, jadi kita tidak hanya di UAD saja, tapi kita bisa terjun ke masyarakat salah satunya sosialisasi ke sekolah dengan menggunakan alat peraga itu. Alat-alat peraganya juga tersedia bagi siswasiswa inklusi.” Ungkap Cinta Yuandira.

Pada saat kunjungan ke Observatorium, para santri diperkenalkan dengan berbagai macam alat, di antaranya ada teleskop utama yang disimpan di kubah yang berdiameter 5 meter, dan teleskop biasa. Selain itu, para santri diberikan kesempatan untuk mencoba teleskop secara langsung dengan objek yang dilihat adalah Matahari.

Kemudian, dijelaskan juga mengenai apa saja yang dilakukan atau diamati di Observatorium. Hal-hal yang diamati secara adalah hilal bulan, lalu fenomena-fenomena besar, seperti gerhana Matahari dan Bulan, peristiwa hari tanpa bayangan, dan selainnya.

Para santri PERSADA terlihat bahagia bisa mengunjungi dan melihat-lihat Observatorium UAD. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang baru. Ketika salah satu perwakilan dari mereka diminta untuk menyampaikan kesan, maka respon yang diberikan positif semua.

“Saya ini sangat terkagum-kagum sekali melihat pertama kalinya cara pengambilan rukyatul Hilal, gimana caranya melihat matahari. Saya kagum banget dengan alat-alat yang sudah dibuat manusia semaju ini tentu dengan izin Allah swt.” Ungkap Daffa, salah satu santri putra PERSADA.

“Seru sih jadi nambah pengetahuan lagi,  jadi tahu oh gini toh.  Jadi, di luar bumi itu ada planet apa aja, oh bintang itu nggak cuma satu, nggak cuma dua,  planet tuh enggak cuma yang di ketahui di buku doang, ternyata ada beribu-ribu, ada berjuta-juta. Kita juga bisa tahu arah kiblat itu dari mana. Ungkap Ghaitsa, salah satu santri putri PERSADA.

(Ahmad Farhan)